IT n’ GloWar

20 04 2008

Bumi kita semakin panas. Dampak pemanasan global yang dahsyat akibat ulah manusia sedang kita rasakan sekarang. Oleh karena itu, kita harus melakukan sesuatu untuk meminimalkan dampak itu. Sekarang juga! Karena kalau tidak atau terlambat melakukannya, kehidupan manusia akan terancam kehancuran.

Para industrialis hendaknya menyadari bahwa dalam era pasar dan kesadaran lingkungan global sekarang ini, teknologi dan produk yang ramah lingkungan adalah suatu keniscayaan. Produk dan teknologi yang merusak lingkungan lambat laun akan ditinggalkan. Read the rest of this entry »





Searay : Mainan Unik dan Menarik

15 04 2008

Luas dan nyaman tercermin dari kokpit Searay pesawat amfibi eksperimental buatan Progressive Aerodyne. Jendela pandangnya yang luas memungkinkan terik matahari membakar kulit penerbangnya.

Searay Jendela pandang dan kokpitnya luas

Mendarat di air merupakan hal menarik setelah terbang berjam-jam. Bagi sebagian orang, terbang dan mendarat di air mungkin merupakan semacam ‘mahkluk’ yang mengerikan. Kenyataan berkata lain, terbang dan mendarat di air tak sengeri yang dibayangkan. Terbang dan mendarat di air sama indahnya dengan sisi kehidupan lain. Tentu dengan syarat sarana dan prasarananya memadai.

Kehadiran pesawat amfibi memungkinkan terbang dan mendarat di air menjadi kenyataan. Di Indonesia populasi pesawat amfibi masih tak sebanyak pesawat sayap tetap yang hanya bisa mendarat di daratan. Meski demikian, di beberapa lokasi sempat ditemukan, pesawat terbang ringan yang dimodifikasi hingga mampu mendarat di air.

Dunia penerbangan Indonesia terutama aerosport menjadi lebih semarak dengan kehadiran sebuah pesawat amfibi eksperimental, Searay. Pesawat kecil berkapasitas dua orang penumpang ini didesain mampu mendarat di air tanpa perlu dimodifikasi lagi.

Read the rest of this entry »





Otak Buatan

15 04 2008

(Erabaru.or.id) – Selama 10 tahun, ilmuwan AS terus berusaha meneliti suatu chip “pemberi pemikiran baru” yang ditanam ke dalam otak. Chip ini dapat mengatasi demensia usia lanjut hingga ketidak konsentrasian seseorang (pikiran menerawang) dan berbagai gejala abnormal lainnya. Sekaligus mengurangi tingkat keparahaan penuaan dan ingatan yang hilang seiring dengan meningkatnya usia. Di masa yang akan datang, kerusakan kecil seperti pada komputer, masalah kehilangan ingatan juga dapat diperbaiki dengan mudah.

Di sebuah laboratorium eksekutif, cabang sekolah Los Angeles, South Carolina of University, US, peneliti Vergea Swatson tengah menusuk sayatan (chip) yang besarnya hanya seukuran kuku jari ke dalam otak tikus dengan sebatang jarum halus, eksperimen yang dilakukan Swatson adalah di bidang perekayasan sistem saraf. Sepotong kawat listrik yang halus dihubungkan ke jarum panjang dan sekeping chip silicon. Chip silikon dihubungkan ke sebuah transformator sinyal.

Chip silikon bisa menghantar denyut arus listrik ke chip otak melalui jarum panjang, kemudian chip otak yang telah menerima denyut arus listrik dapat menunjukkan gelombang listrik otak di atas layar. Perubahan gelombang yang tidak sama memanifestasikan sinyal yang dikirim chip otak. Ia menuturkan bahwa frekuensi dan pola gambar sinyal ini hampir sama dengan sinyal denyut chip yang dikirim ke otak. Atau dengan kata lain, chip silikon yang besarnya kurang lebih hanya 1 milimeter persegi ini tengah “berkomonikasi” dengan sel otak aktif menggunakan sinyal arus listrik.

Membuat chip dengan meniru sel otak.

Tedd Borgea, penanggung jawab dalam laboratorium ini berharap hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang otak besar berkembang ke tahap yang baru. Menurut Borgea, bahwa kemampuan pertukaran (komunikasi) chip ini dengan sel otak hanya langkah pertamanya. Target terakhirnya adalah menciptakan mesin yang dapat ditanam ke dalam otak. Mesin ini “memahami bahasa” otak besar.

Dapat membantu memulihkan ingatan penderita-penderita yang mengalami kerusakan otak atau bahkan menciptakan memori yang baru. Jika riset Borgea berhasil, maka mengobati demensia usia lanjut akan sangat mudah seperti meningkatkan (memori) dan sebagainya pada perangkat keras komputer. Penderita tidak perlu lagi mengonsumsi obat, cukup lakukan sebuah operasi, lalu tanamkan “sel-sel otak” buatan (chip komputer) ke dalam otak, dan masalah pun terpecahkan.

Semula bidang penelitian Borgea tidak banyak mendapat perhatian, namun beberapa tahun terakhir ini mulai ramai menjadi bahan pembicaraan. Borgea berhasil mengembangkan prototipe memori yang ditanam ke dalam tubuh yang pertama di dunia. Chip elektrik ini dapat menggantikan sel saraf yang rusak, prinsip dan tungkai maupun lengan palsunya, serupa dengan koklea tiruan untuk mendorong daya pendengaran.

Tim peneliti Borgea hanya bisa mereproduksi kondisi gerakan otak sekitar 1 menit, dan chip elektrik kurang lebih hanya bisa meniru di bawah 12 ribu aktivitas sel saraf. Sedangkan dalam otak besar seseorang total terdapat 100 miliar sel saraf. Namun, peneliti lain dalam bidang terkait secara berturut-turut mengatakan, meski hanya bisa meniru sejumlah kecil aktivitas sel saraf, tapi ini juga merupakan prestasi mengejutkan dalam bidang perekayasaan saraf. Profesor dalam ilmu pengetahuan otak dari suatu lembaga di AS yakni Richard Granche menuturkan: “Ini adalah suatu corak pengetahuan yang bisa mengubah dunia, selama kita masih hidup akan dapat mewujudkan duplikat memori.”

Akan mengubah kehidupan penderita penyakit otak.

Ilmu perbatasan dalam bidang perekayasaan saraf ini terdengar seakan-akan sangat jauh dari kehidupan orang awam. Namun hasil penelitian Borgea akan memainkan peranan penting dalam bidang pengobatan dan kedokteran. Sebuah mesin yang dapat memulihkan sel memori akan mengubah kehidupan bagi jutaan masyarakat Amerika yang menderita penyakit otak.

Pada 1999 silam, suatu peristiwa mendadak yang terjadi di rumah Borgea semakin mendorongnya mempercepat langkah penelitiannya. Ibunya stroke, dan karena kerusakan otak sehingga terjadi sejumlah gejala saraf yang ganjil. “Ibunya tidak dapat bicara, tapi bisa tertawa dan menyanyi.” Ibu Borgea akhirnya meninggal dunia pada tahun 2005.

Sehubungan dengan hal ini, Borgea menuturkan: “Penelitian saya tiba-tiba menjadi bukan saja memecahkan sebuah masalah rumit dalam laboratorium, saya tidak lagi menganggap bahwa chip otak hanya memecahkan misteri ilmu saraf saja, saya semakin banyak mempertimbangkan bagaimana memperbaiki kualitas hidup penderita stroke, epilepsi dan demensia usia lanjut.

Menurut perhimpunan penyakit demensia usia lanjut dan data dari pusat riset manula Amerika Serikat, bahwa di Amerika terdapat kurang lebih 4.5 juta penderita penyakit demensia usia lanjut, biaya pengeluaran terkait pasien-pasien ini lebih dari 100 miliar dollar AS setiap tahun. Seiring dengan kecenderungan usia senja penduduk dunia, angka ini masih akan semakin besar.

Menurut perkiraan, jika manusia tidak dapat menemukan cara yang efektif mengobati penyakit demensia usia lanjut dini, maka diperkirakan 25 tahun mendatang akan terdapat 22 juta penduduk dunia mengidap penyakit ini. Selain itu, di Amerika terdapat kurang lebih 5.3 juta orang merupakan korban trauma otak, trauma otak bisa menyebabkan kekacauan fungsi saraf, misalnya hilang ingatan, epilepsi dan parkinson.

Seiring dengan semakin menigkatnya pemahaman ilmuwan terhadap susunan dasar otak besar. Mereka telah cukup banyak mengembangkan benda tanam yang dapat menggantikan sistem indera penderita yang mengalami kerusakan. Seperti misalnya, koklea buatan, dapat membuat orang tuli mendengar suara, selaput jala mata buatan kini juga berada dalam tahap percobaan klinis. Saat ini, prestasi terbesar ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi sensor saraf adalah teknologi “saluran otak besar” yang dikembangkan oleh John Doroha asal AS.

Terdiri dari 96 elektroda, chip ini ditanam di daerah kulit gerakan otak penderita, daerah ini merupakan pusat yang mengendalikan gerakan tubuh. Ia dapat menerima sinyal yang dikirim sel saraf, dan secara garis besar mengindentifikasi arti dari sinyal-sinyal ini menurut kondisi perangsangan daerah yang tidak sama pada lapisan kulit gerakan otak. Kemudian dikirim ke dalam sistem kendali komputer, dan dengan demikian membantu penderita merampungkan gerakan sederhana melauli komputer.
Dengan bantuan “saluran otak besar”, seorang penderita yang lumpuh total pada ke-4 anggota tubuhnya bisa dengan leluasa menggerakkan kursor komputer dari pikirannya, membuka e-mail, mengatur volume televisi atau bahkan menggerakkan lengan mekanis.

Dalam waktu 15 tahun merealisasikan percobaan klinis.
Borgea menuturkan, mudah-mudahan bisa menciptakan suatu chip dua arah, seperti sel otak besar yang sebenarnya, di mana selain dapat menghasilkan sinyal juga dapat menerimanya.

Penelitian Borgea memiliki sejumlah kemiripan dengan “gerbang otak besar” keduanya merupakan pengodean yang diubah dari sinyal otak besar yang dapat diurai dan dipahami komputer. Namun secara relatif tingkat penelitian Borgea semakin rumit. Dalam hal teknologi “gerbang otak besar”, hubungan mesin dengan pikiran itu searah. Pengguna dapat memberitahu bagaimana komputer bekerja, tapi komputer tidak dapat mengirim informasi kepada pengguna.

Borgea menyimulasi fungsi otak besar dan meniru bahasa inheren otak besar, misalnya titik kesulitan pertukaran memori dan emosi (perasaan) terletak pada sel saraf melalui serangkaian pertukaran kode arus listrik. Antar setiap sel “berkomunikasi” melalui denyut arus listrik, isi informasi tergantung pada waktu keberlangsungan dan frekuensi denyut arus listrik. “Komunikasi-komunikasi” melalui sel saraf otak ini, orang-orang baru dapat memperkirakan jarak antar obyek. Dalam ruang, dapat menghindari mereka.

Selama 4 tahun, personel tim peneliti Borgea terus mencoba memperbarui formula Borgea tersebut diubah menjadi denyut elektroda. Selain itu, peneliti juga masih akan berusaha mengurangi kuantitas panas yang timbul saat kristal elektrik itu bekerja. Agar tidak merusak sel otak yang sehat di sekitarnya. Model chip elektroda ini, lebih ringan dari bulu burung, dapat meniru sistem kerja 100 sel saraf, menerima secara tersendiri, menganalisis sinyal dari jaringan otak, kemudian mengubahnya menjadi sinyal digital, lalu sinyal ini dikirim ke sel saraf lain di sampingnya. Tahun ini, tim peneliti Borgea akan mengadakan sebuah percobaan yang lebih rumit, mengamati efek kerja chip elektrik di otak tikus yang kehilangan ingatan karena obat. Borgea menuturkan, jika bisa menghasilkan efek seperti yang dikemukakan di atas, maka ini akan menjadi sebuah tonggak sejarah.

Target tim peneliti dalam waktu 4 tahun adalah menanamkan chip ke dalam otak monyet. Borgea memprediksikan, bahwa percobaan klinis terhadap penggunaan chip menggantikan sel memori yang rusak akan terealisasi dalam waktu 15 tahun ke depan. (Sumber: Boxun)





Nanoteknologi : Apa sich…???

15 04 2008

Sudah menjadi rahasia umum bahwa negara-negara maju di dunia, seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada dan negara-negara Eropa, serta beberapa negara Asia, seperti Singapura, Cina, dan Korea tengah giat-giatnya mengembangkan suatu cabang baru teknologi yang populer disebut Nanoteknologi. Milyaran dollar dana mulai dikucurkan di negara-negara ini, di berbagai bidang penelitian. Semuanya berlomba-lomba menggunakan kata kunci Nanoteknologi. Sebenarnya apa itu nanoteknologi? Dan mengapakah begitu banyak peneliti di berbagai negara berlomba-lomba memasuki bidang yang satu ini? Seberapa luaskah ruang lingkupnya? Mengapakah baru beberapa tahun ini terjadi boom nanoteknologi?

Sesuai dengan namanya, nanoteknologi adalah teknologi pada skala nanometer, atau sepersemilyar meter. Untuk dapat membayangkan dimensi nanometer, bisa kita ambil contoh dari tubuh kita sendiri.

Sehelai rambut manusia kira-kira memiliki diameter 50 mikrometer. Satu mikrometer sendiri adalah seperseribu milimeter. Dan satu milimeter adalah ukuran satuan panjang terkecil pada penggaris tulis 30 cm yang biasa dipakai anak-anak sekolah. Dan satu nanometer adalah seperseribu mikrometer, atau kira-kira sama dengan diameter rambut kita yang telah dibelah 50.000 kali!!

Sebagai perbandingan lain, ukuran sel darah merah kita adalah sekitar 20 mikro meter, dan sel bakteri perut adalah 2 mikro meter. Protein memiliki ukuran beberapa puluh nanometer.

Dari sudut pandang ukuran atas ke bawah (top-down) seperti itu, nanoteknologi menjadi penting dalam dunia rekayasa karena manusia berusaha untuk mengintegrasikan suatu fungsi atau kerja dalam skala ukuran yang lebih kecil dan lebih kecil. Mengapa? Orang bilang, “small is beautiful (kecil itu indah)”, tetapi, tentu saja mengintegrasikan suatu fungsi mesin atau perkakas dalam ukuran yang lebih kecil bukan hanya berarti memperindahnya tapi juga berarti memperkecil energi yang diperlukan per suatu fungsi kerja dan berarti pula mempercepat proses serta mempermurah biaya pekerjaan.

Read the rest of this entry »





Teknologi Tata Surya Baru

15 04 2008

Wahana teleskop antariksa Spitzer menemukan sistem Tata Surya dengan empat bintang induk di Rasi TW Hydrae, yang berjarak sekitar 150 tahun cahaya. Kedua pasang bintang gandanya saling mengitari satu terhadap yang lainnya bak pasangan penari balet.

Penulis: Ninok Leksono/Angkasa

Selain tertarik terhadap obyek-obyek langit yang amat jauh, terkait dengan bidang kosmologi, para astronom tampaknya terus punya perhatian besar terhadap Tata Surya – Sistem di mana planet-planet termasuk Bumi berevolusi mengelilingi Matahari. Tata Surya yang kini telah berumur sekitar lima miliar tahun rupanya masih banyak menyimpan misteri yang masih perlu untuk dieksplorasi.

Oleh sebab itu misi tak berawak pun terus dikirim untuk mendapatkan informasi baru mengenai keplanetan dan komponen-komponen Tata Surya lainnya. Antara lain, ini diwujudkan dengan pengiriman misi New Horizon ke Planet Pluto Januari 2006.

Sementara penyelidikan terus dilakukan untuk planet-planet di Tata Surya, berbagai penemuan baru juga terus bermunculan dalam penyelidikan planet di luar Tata Surya, atau yang lebih dikenal sebagai eksoplanet. Salah satu planet ini – Gliese 581 – disebut sebagai Bumi Super (ukuran besar), karena berbagai parameternya memperlihatkan planet ini layak huni.

Matahari banyak
Dalam tulisannya di Kompas (8 Desember 2006) alumnus astronomi Taufiq menyinggung tata surya dengan matahari lebih dari satu. Salah satu contohnya adalah tata-surya dengan tiga bintang seperti yang ada pada bintang HD188753 yang berada di Rasi Angsa (Cygnus). Pada sistem yang berjarak 149 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9.500 miliar km), bintang utama dikitari oleh dua bintang lain berukuran lebih kecil. Di luar itu masih ada sebuah planet gas berukuran lebih besar dari Yupiter mengorbit lebih dekat ke bintang induk dengan periode orbit 3,5 hari.

Pada sistem yang lain, ada pula planet yang ditemukan pada bintang ganda. Misalnya saja bintang ganda Gamma Cephei. Bintang utamanya yang bermassa 1,6 massa Matahari punya sebuah planet dengan massa 1,76 kali Yupiter yang mengorbit sejauh jarak Matahari-Mars (1,5 AU (Astronomical Unit) 1 AU = 150 juta km), dan punya bintang partner yang berukuran lebih kecil pada jarak sejauh Matahari-Uranus (19,2 AU).

Belum lama ini wahana teleskop antariksa Spitzer menemukan sistem yang memiliki empat bintang induk seperti tampak dalam ilustrasi pendamping tulisan ini.

Spitzer dengan peralatan inframerahnya telah diarahkan untuk meneliti piringan debu yang mengelilingi sistem empat bintang HD 98800. Piringan debu tersebut dipercayai bisa melahirkan planet. Dan memang dengan mengamati piringan di sistem bintang ini para astronom mendapati piringan tersebut tidak rata kontinu, tetapi sudah memperlihatkan celah yang seperti menyiratkan adanya planet yang sudah terbentuk.
Planet berperilaku seperti pembersih vakum kosmik. Ia menyerap semua kotoran yang ada di jalur lintasannya, ujar Elise Furlan dari Institut Astrobiologi di Universitas California di Los Angeles seperti diberitakan situs PhysOrg.com. Furlan merupakan penulis utama laporan yang disetujui penerbitannya oleh The Astrophysical Journal.

HD 98800 diperkirakan berumur 10 juta tahun, dan berada di Rasi TW Hydrae yang berjarak 150 tahun cahaya. Sebelum diteliti oleh Spitzer, astronom telah memiliki sejumlah informasi mengenai bintang ini dari pengamatan teleskop darat. Mereka sudah mengetahui, bahwa sistem ini punya empat bintang, dan keempat bintang yang ada berpasang-pasangan dalam sistem dua bintang (doublet, atau binary).

Bintang-bintang dalam sistem bintang ganda mengorbit satu terhadap yang lain, demikian pula dua pasang bintang ganda tersebut juga saling mengitari satu terhadap yang lain sebagaimana pasangan-pasangan penari balet. Salah satu pasangan bintang – yang disebut HD 98800B – memiliki piringan debu di sekelilingnnya, sementara pasangan satunya tidak.

Seperti dilaporkan oleh NASA, keempat bintang saling terikat oleh gravitasi dan jarak antara kedua pasang bintang tersebut adalah sekitar 50 AU, atau sedikit lebih jauh dibandingkan jarak Matahari -  Pluto yang sekitar 40 AU. Karena masih terkendala teknologi, maka para astronom sebelum ini tidak dapat menyelidiki piringan debu di sekitar pasangan bintang HD98800B dengan detil.

Jasa Spitzer
Dengan teleskop Spitzer lah akhirnya astronom bisa melihat piringan tersebut dengan rinci. Dengan menggunakan spektrometer inframerah, tim Furlan bisa mendeteksi adanya dua sabuk dalam piringan debu yang terbuat dari butir debu berukuran besar. Satu sabuk berada sekitar 5,9AU dari bintang ganda HD98800B, atau pada jarak sekitar Matahari – Yupiter. Sabuk ini kemungkinan besar tersusun dari asteroid atau komet.

Sementara sabuk lain ada pada jarak 1,5 AU sampai 2,5AU, sebanding dengan letak planet Mars dan asteroid, dan kemungkinan besar tersusun dari bulir halus.
Umumnya kalau ada ruang kosong (gap) di piringan debu, astronom lalu bercuriga ada sebuah planet yang telah mengosongkan lintasan tersebut. Hanya saja, astronom belum terlalu yakin mengenai adanya planet di sistem HD 98800B.

Para astronom mempercayai, bahwa planet-planet terbentuk dalam kurun jutaan tahun, setelah butir debu kecil saling bergabung membentuk benda lebih besar. Dalam kasus tertentu, batuan-batuan kosmik saling bertumbukan untuk membentuk planet batuan seperti Bumi, sedang dalam kasus lain membentuk planet gas seperti Yupiter. Sementara itu, batuan-batuan besar yang tidak membentuk planet menjadi asteroid dan komet.

Ketika struktur-struktur batu tersebut bertumbukan dengan dahsyat, serpihan debu terlontar ke angkasa, dan ini terlihat oleh mata inframerah Spitzer yang sangat sensitif.
Menurut Furlan, debu yang ditimbulkan oleh tumbukan obyek-obyek berbatu di sabuk luar semestinya akan pindah ke piringan debu di dalam. Hanya saja dalam kasus HD98800B, partikel debu tidak mengisi piringan dalam seperti diharapkan. Boleh jadi hal ini disebabkan oleh adanya planet atau oleh pasangan bintang lain yang tidak punya piringan debu tapi gravitasinya  mempengaruhi gerakan partikel debu.

Karena bintang-bintang muda banyak yang berkembang menjadi sistem majemuk, maka para astronom perlu menyadari, bahwa evolusi piringan debu di sekitar bintang-bintang muda tipe itu dan pembentukan sistem keplanetan yang ada bisa jauh lebih rumit dibandingkan sistem bintang tunggal seperti Tata Surya kita, tambah Furlan.
Tapi di luar kerumitan memperhitungkan proses kelahiran tata surya semacam itu, membayangkan hidup di sebuah planet dengan matahari empat melahirkan sensasi tersendiri. (*)





Robotika PDA

15 04 2008

Dunia robotika saat ini berkembang sangat pesat , ada robot yang bergerak sendiri ( otomatis) dan ada robot yang digerakkan secara jarak jauh (remote). Untuk menggerakkan robot secara jarak jauh dengan nirkabel dibutuhkan suatu interface antara pengontrol nya dan robot itu sendiri, dan interfacing yang digunakan pun bermacam-macam.

Pada paper ini digunakan Personal Digital Assistant (PDA) atau biasa disebut Pocket PC sebagai pusat interfacing pengontrol robot. Dengan memanfaatkan komunikasi wireless yang sudah terintegrasi robot tersebut dapat dikendalikan dengan perangkat nirkabel lainnya seperti PDA, mobile phone, dan PC yang dilengkapi dengan wireless card.

Pada proyek ini telah berhasil dibangun sebuah robot berbasis PDA yang dapat dikendalikan secara jarak jauh dengan komunikasi nirkabel.

Read the rest of this entry »