Danau Hilang Akibat Pemanasan Global

19 04 2008

SEBUAHdanau di Cile pada awal bulan ini mendadak hilang. Air dalam danau itu habis karena mengalir ke sungai setelah bendungan alamiah berupa dinding es abadi yang mengelilingi danau itu mencair akibat pemanasan global.

”Air bervolume sangat besar tiba-tiba menggelontor sungai. Ombak air pun menggunung seperti tsunami,” ujar ahli struktur es Center for Scientific Studies, Gino Casassa.

Casassa menilai, keruntuhan dinding-dinding es abadi pembendung danau itu disebabkan peningkatan suhu udara di sekitar danau. Peningkatan suhu tersebut disebabkan pemanasan global. Ini bukan insiden pertama sebuah danau hilang dari permukaan Bumi akibat pemanasan global.

Tahun lalu, insiden serupa juga terjadi di Cile. Saat itu, sebuah danau seluas 4–5 hektare (sepuluh kali luas lapangan sepak bola) di pedalaman hutan tiba-tiba raib. Yang tersisa hanya kawah berkedalaman sekitar 50 meter. ”Danau itu hilang begitu saja. Tidak ada yang mengetahui apa penyebabnya,” tandas Kepala Dinas Kehutanan Nasional Cile Juan Jose Romero, di Magallanes, lokasi danau tersebut.

Sekelompok ahli geologi dan ahli lingkungan hidup kemudian dikirimkan ke wilayah itu untuk menyelidiki hilangnya danau tersebut. Hampir satu bulan berselang, para ahli pun berhasil menarik kesimpulan mengenai penyebab hilangnya danau tersebut.

Mereka menilai, pemanasan global adalah penyebab hilangnya danau itu. ”Kami menemukan sebuah celah besar di dinding es danau Bernardo. Kami yakin air mengalir keluar lewat sana. Ini menegaskan bahwa lapisan es di wilayah tersebut semakin menipis,” papar ketua tim peneliti, Andres Rivera, ahli glasiologi dari Pusat Studi Ilmiah Cile.(AP/AFP/Rtr/ahmad fauzi)





Planet Ekstrasolar Terkecil Ditemukan

19 04 2008

TIMastronom Spanyol menemukan planet ekstrasolar (berada di luar sistem tata surya) yang memiliki massa paling kecil. Diberi nama GJ 436T, planet tersebut berjarak 30 tahun perjalanan cahaya dari Bumi.

”Kendati GJ 436T adalah planet ekstrasolar terkecil, massa planet itu masih lima kali lebih besar daripada massa Bumi,”ujar ketua tim peneliti, Ignasi Ribas,astronom dari institut riset ilmiah Spanyol CSIC. Tim peneliti mengungkapkan, satu hari di planet GJ 436T setara dengan 4,2 hari di Bumi.

Namun, satu tahun di planet GJ 436T hanya memiliki panjang 5,2 hari di Bumi. Ini menunjukkan bahwa GJ 436T adalah planet yang berjarak sangat dekat dengan bintang yang diorbitinya. Penemuan GJ 436T menambah daftar panjang planet yang ditemukan di luar sistem tata surya.

Saat ini, planet ekstrasolar yang sudah diketahui keberadaannya mencapai sekitar 300 buah. Pada awal bulan ini, Tim ahli astronomi internasional berhasil menemukan sepuluh planet baru yang berada di luar sistem tata surya.Penelitian itu dilakukan dengan teropong-teropong bintang di Spanyol,Afrika Selatan,Cile, Prancis, Australia, Hawaii, dan Arizona. (AFP/Rtr/ahmad fauzi)–sindo





Dari Kota Bogor Gong Perdamaian Dunia Di Tabuh

15 04 2008
Kota Bogor kembali mendapat kepercayaan dari dunia Internasional untuk melepas Gong Perdamaian Dunia (World Peace Gong) dari Indonesia ke Republik Hongaria. Acara Pelepasan Gong Perdamaian Dunia dilakukan di Plaza Balaikota Bogor, Senin (14/4) pagi, yang diawali pembukaan selubung kain yang menutupi Gong berukuran 2 meter oleh Deputi Internasional Komite Perdamaian Dunia Jendral Purn Sugiharto RGM.
Setelah kain penutup Gong terbuka secara berturut – turut Gong dipukul oleh Presiden The World Peace Committe Djuyoto Suntani, Dubes Hungaria untuk Indonesia Mihally illes, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Rahmat Budiman, Walikota Bogor H Diani Budiarto, dan para dubes Negara Sahabat antara lain Dubes Kuba Jeorge Leon, Dubes Bosnia Dinko Tomac, dan perwakilan dari Kedutaan Afrika Selatan James Ikebuanso. Selain itu turut pula memukul Gong Ketua DPRD Kota Bogor H Tb Tatang Muchtar, dan jajaran Muspida serta tokoh agama.Sebelumnya diawali dengan prosesi seni dibuka dipentaskan prosesi seni tari Payung Pajajaran pesembahan Sanggar Seni Getar Pakuan Bogor yang melibatkan sekitar 30 penari dan nayaga (pengiring tarian).
Presiden The World Peace Committe Djuyoto Suntani mengatakan, Gong Perdamaian Dunia (GPD) merupakan satu – satunya sarana Persaudaraan dan Pemersatu Umat Manusia di seluruh planet bumi. Dalam struktur GPD menampung seluruh asprisai umat manusia. Pada lingkaran luar menampilkan bendera semua negara merdeka dari seluruh dunia. Lingkaran tengah menampilkan simbol 10 agama besar didunia. Lingkaran Tengah menampilkan tulisan Word Peace Gong sepasang bunga dan tulisan Gong Perdamaian Dunia sebagai identitas serta lingkaran puncak menampilkan Bola Dunia.
Djuyoto Suntani mengatakan, GPD akan dipasang di Kota Godollo Hongaria. Di Kota Godollo GPD akan dipasang di tempat terhormat yang Indah pada tanggal 2 Mei mendatang, yang selanjutnya akan diresmikan Kota Kembar (Sister City) antara Godollo dan Bogor, jelasnya.Lebih lanjut Suntani mengatakan, bahwa Sister City antara Godollo dan Bogor sejalan dengan filosofis yang permuara pada keseimbangan. Jadi semua mahluq hidup dialam semesta ini dapat berjalan secara harmonis bila ada keseimbangan. Karena itu GPD yang dipasang di Godollo berukuran 2 meter artinya angka sepasang untuk keseimbangan.Walikota Bogor H Diani Budiarto mengaku bangga karena Kota Bogor mendapat kehormatan ditunjuk sebagai tempat penyerahan GPD dari Republik Indonesia kepada Republik Hongaria. Pada dasarnya penerimaan kami dilandasi oleh adanya kebersamaan semangat yang digaungkan dan cita – cita yang dijunjung oleh GPD.
Sejauh ini, kami masih mampu memelihara kehidupan bermasyarakat yang tentram dan damai di Kota Bogor, ungkap Walikota Bogor,Walaupun, diakuinya pada saat yang bersamaan diberbagai daerah di Indonesia dengan sangat memprihatinkan telah bermunculan berbagai masalah yang merusak rasa damai dan tentram didala kehidupan masyarakat.Dubes Hungaria untuk Indonesia Mihally illes mengatakan, bahwa pihaknya menerima GPD di Kota kembar, Godollo dan Kota Bogor sebagai hadiah dari Komite Perdamaian Dunia dan juga rakyat Indonesia yang telah bersahabat.Karena itu saya mengucapkan teruma kasih yang sebesar-besarnya, Jadi ini sangat bagus untuk Informasi Publik di Hongaria, Godolla kota kecil yang sangat dekat dengan Ibu Kota Budafest.Menurut Dubes Hongaria, alasan ditempatkannya GPD di Godollo karena merupakan Kota kembar yang pertama kalinya antara Hongaria dan Indonesia yakni Sister City. Godollo dan Bogor yang bertetangga dengan Jakarta GPD dan kerjasama Sister City Godollo dan Bogor merupakan jembatan baru yang sangat penting antara rakyat Indonesia dan Hongaria. kata Mihally illes Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Rahmat Budiman, mengatakan, pihaknya menyambut baik atas prakarsa yang dilakukan oleh The World Peace Committe yang merupakan terobosan dalam meningkatkan peranan Gong yang selama ini menjadi simbol sosial dari masyarakat Indonesia untuk menjadikan sebagai suatu simbol kebersamaan yang bersifat Internasional.
Rahmat mengatakan, bahwa dunia tengah menghadapi berbagai persoalan, peperangan masih terus berkecamuk diberbagai belahan dunia, baik antar entitas negara, antar pemerintah dan masyarakat maupun antar kelompok masyarakat. Kita berharap bahwa gaung Gong Permadamaian ini akan memberikan kontribusinya bagi penurunan tensi ketegangan-ketegangan dimaksud, tandasnya.Menurut Rahmat, pihaknya merasa yakin bahwa pembuatan GPD tidak hanya sekedar dimaksudkan sebagai simbol kebersamaan dalam kehidupan sosial tapi lebih dari itu untuk memberikan spirit perdamaian dunia, yang tidak hanya dimiliki suatu komunitas, tapi juga sangat diperlukan oleh seluruh umat manusia yang menempati bumi ini.Tentang GPD berasal dari Gunung Muria Jawa Tengah, pertama kali dibunikan Presiden Republik Indonesia Mengawati Soekarno Putri di Bali 31 Desember 2002 pukul 00.00 WITA untuk mencanangkan 2003 sebagai tahun Perdamaian Indonesia, Kedua kalinya dibunyikan Sekjen PBB di Genewa Swiss pada 5 Pebruari 2003 untuk membuka Second Global Summit On World Peace yang diikuti yang diikuti oleh para tokoh dunia dari 179 negara, yang selanjutnya dibawa keliling planet bumi guna membuka berbagai event skala Internasional.Selanjutnya, GPD dibawa mengelilingi dunia guna membuka berbagai event internasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menggunakannya pada 29 April 2007 di Bali untuk membuka “Konferensi Parlemen Sedunia” yang diikuti 1500 anggota parlemen sedunia Duplikat “Gong Perdamaian Dunia” telah dipasang secara permanen dan terhormat oleh Pemerintah Cina dan PBB di Kota Penglai-Shandong-Cina pada 20 Agustus 2004 yang acaranya diikuti para kepala negara dari seluruh dunia.Pemerintah India memasang GPD sumbangan World Peace Center pada tanggal 11 september 2006 di tempat yang paling sakral dan terhormat bagi masyarakat India yaitu di tempat terbunuhnya Mahatma Gandhi di New Delhi India pada peringatan “Satu Abad Satyagraha Mahatma Gandhi yang dihadiri para tokoh dunia. Selain itu, GPD sudah dipasang di Geneva Swiss, Maputo Mozambik. Pada tanggal 20 Agustus 2004 duplikat GPD dipasang secara permanen oleh Pemerintah China dan PBB (UNESCO) di Kota Penglai Shandong Cihna.Untuk menyatukan Indonesia, World Peace Center telah menciptakan dan menyumbangkan “Gong Perdamaian Nusantara” (GPN) untuk dipasang permanen di Taman Monas Jakarta. (iso/tar)–kotabogor.go.id




Fenomena Music Televisions (MTV)

13 04 2008

Dahulu, radio merupakan teknologi yang menyatukan masyarakat di muka bumi,namun sekarang posisi tersebut telah diambil alih oleh televisi. Benda berbentuk kubus yang baru-baru ini hadir dengan tampilan flat-nya yang lebih langsing, berhasil membuat apa yang terjadi di satu sudut bumi mampu disaksikan di sudut bumi lain pada waktu yang sama. Proses akselerasi komunikasi semacam ini tentu saja amat membantu proses globalisasi cultural yang mendominasi teknologi komunikasi dan kapital internasional ke bagian negara-negara dunia ketiga. Hal ini akhirnya menimbulkan suatu komunikasi satu arah dan globalisasi yang juga satu arah di negara dunia ketiga.


Music Televisions atau yang lebih akrab di telinga kita sebagai MTV merupakan sebuah contoh fenomena cultural studies yang amat representatif. Secara konseptual, MTV merupakan sebuah gebrakan dalam dunia show biz, yang telah membuat ranah iklan produk Barat (terutama Amerika) menjadi lebih menarik dan kental dengan nuansa enterntainment yang diracik dengan format infotainment musical.
MTV adalah salah satu media global paling terkenal dan berhasil. Dalam perjalanannya selama 20 tahun ini, MTV memang telah mengubah budaya dunia. Trend yang berkembang sekarang seperti tidak dapat terlepas dari pengaruh yang ditularkan MTV. Saking mengglobalnya budaya pop yang diusung MTV, hingga anak-anak di kampung pun ketularan.

Ya, musik ternyata tidak sekadar hiburan, tapi sudah berubah menjadi gaya hidup. Bahkan dewasa ini, MTV tidak terbatas pada soal musik, tapi juga mulai memproduksi film teaterikal, game show, dan penghargaan bagi dunia hiburan dalam berbagai manifestasinya. Ya, selain menghadirkan video klip musik, MTV juga telah meluncurkan game show semacam Singled Out, film-film seperti Selebrity Deadmatch dan sebagainya. Ini menunjukkan bahwa MTV ingin menerobos masuk dan membangun identitas baru bagi pemirsanya.

Menyaksikan MTV di televisi Indonesia yang berpusat di Jakarta makin menguatkan argumen bahwa Jakarta sebagai kota metropolis yang rawan dengan pengaruh modernitas, memang berusaha keras untuk menjadi penentu selera pop culture bagi masyarakat Indonesia. Kedudukannya yang strategis dimana terdapat pusat pemerintahan dan bisnis, membuat kota ini merasa apapun yang ditayangkan di layar televisi Indonesia merupakan hal yang baik dan perlu (terutama program televisi dari luar negeri). Namun kecenderungan Jakarta yang hanya berorientasi pada Amerika telah merugikan Indonesia. Acara hura-hura musik yang ditampilkan MTV secara terus-menerus yang bersifat globalisasi budaya dan kapitalisme barat tidak lebih penting daripada acara dokumentasi ilmu pengetahuan, sejarah, politik, seni dan budaya semacam National Geographic. Apalagi posisi Indonesia sebagai negara dunia ketiga, Indonesia lebih memerlukan asupan gizi tayangan yang bermutu daripada acara yang hanya hura-hura semata semisal MTV.

Profesor Robert Thompson, pengajar di Syracuse University, yang menonton dan menganalisis TV bagi kehidupan manusia, mengatakan bahwa MTV membidik kelompok masyarakat yang khusus dan memberi mereka identitas. Ketika MTV hadir, industri benar-benar berubah. Tiba-tiba musik tidak lagi sekadar suara yang bagus, tetapi juga yang terlihat bagus.

Ukuran-ukuran modern bagi generasi muda saat ini adalah gaya hidup yang nge-pop, atau yang sering disebut generasi MTV, dengan deklarasi singkat pada 1 Agustus 1981 di negara asalnya, Amerika Serikat. Gaya hidup ini ditandai dengan pergaulan yang cenderung bebas, penuh hura-hura, dan funky. Penghormatan terhadap seseorang di kalangan anak muda sekarang ini tidak lagi diukur dari kualitas dan kemampuannya, sebagai misal intelektualitasnya, tetapi diukur dari aspek materi yang selalu bercirikan gaya hidup yang hedon.

Dewasa ini telah muncul wacana intelektual populer di Indonesia, yakni Cultural Studies. Istilah ini dipopulerkan oleh berbagai media cetak di Jakarta. Namun, apa yang disajikan koran-koran tersebut malah terkesan ironis. Studi budaya yang harusnya diusung Cultural Studies malah diasumsikan sebagai sejenis pleidoi (pembelaan) atas budaya. Berbagai sinetron Indonesia yang hyperreality disebut-sebut mewakili realitas dalam masyarakat, sedangkan musik dangdut yang sangat merakyat justru dikatakan sebagai candu rakyat miskin. Para pakar Cultural Studies di Indonesia seakan-akan menutup mata untuk membicarakan konten lokal dari budaya pop Indonesia versi mereka tersebut, namun hanya membahas form secara terus-menerus, padahal tipu daya neoliberalisme dan neokapitalisme tidak serta-merta tampak dalam wujud fisik yang kasat mata.


Pengaruh budaya pop Amerika menjadi komponen penting dalam pembentukan budaya pop Indonesia. Akibatnya, para remaja Indonesia semakin banyak yang tercemari bahasa asli mereka dengan istilah-istilah semacam cool, funky, dsb. yang mereka anggap sebagai ‘bahasa gaul’ yang pemahamannya kadang memprihatinkan. Banyak yang hanya asal comot dalam mengadopsi budaya luar. Kebanggaan memakai istilah ‘gaul’, kepercayaan diri mengenakan T-Shirt bertuliskan FBI, dan sebagainya tanpa mereka ketahui sesungguhnya apa arti di balik semuanya itu. Pokoknya, West is the best! Sebagaimana celetuk Jim Morrison, rocker Amerika dalam lagunya.

Sedangkan dari segi hermeneutika, fenomena MTV di Indonesia merupakan sesuatu yang unik. Yakni mengemas musik dalam berbagai macam. Namun yang sangat disayangkan, varian yang dikemas dalam MTV tersebut tak satupun ada yang menyentuh sisi Indonesia. Misalnya, musik dangdut yang banyak diminati berbagai kalangan di Indonesia. Sehingga kesan unik dari segi keberagaman budaya juga belum terpenuhi untuk negara dunia ketiga seperti Indonesia.

Oleh: Enik Sulistyawati





Sepertiga Penderita AIDS Kaum Remaja

13 04 2008

Permasalahan lain yang dihadapi remaja Indonesia adalah ketakutan terhadap penularan HIV/AIDS. Ketakutan ini bukan dibuat-buat. Karena, kata Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Prof Dr Azrul Azwar, berdasarkan penelitian dunia, sepertiga penderita AIDS adalah kaum remaja yang masa depannya masih cukup panjang. Terlebih hingga saat ini obat-obatan maupun vaksin untuk mencegah HIV/AIDS belum juga ditemukan.

Permasalahan mendasar yang dialami remaja Indonesia, selain masalah pendidikan adalah gencarnya serbuan Napza (Narkotika-Psikotropika-zat Additif lainnya), yang bemuara pada semakin meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di kalangan remaja. “Terutama akibat penggunaan jarum suntik bergantian,” ungkap Prof Dr Azrul Azwar di sela-sela Peringatan Hari Remaja Asia yang jatuh pada 1 Agustus 2002, dan mengambil tema Speak Your Maind (Katakan Maksudmu).
Ditambahkan Azrul, Penyebaran HIV AIDS pada usia muda makin memprihatinkan, karena saat ini diseluruh dunia lebih dari setengah infeksi HIV/AIDS baru terjadi pada usia muda. Di Indonesia juga terjadi kecenderungan yang sama 29,8 % kasus HIV/AIDS pada kelompok umur 20-29 tahun. Karena itu perlu upaya terpadu untuk menghambat laju penyebaran HIV/AIDS, terutama padakaummuda.
Data sampai Desember 2001 menunjukkan, ada 1.978 kasus HIV positif dan 671 kasus AIDS di Indonesia. Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat hingga 80.000-120.000 kasus pada tahun 2010. “Ironisnya, sekitar 30% penderitanya adalah remaja, baik yang ditularkan melalui penyalahgunaan nafza, maupun yang ditularkan dari ibu pengidap HIV/AIDS yang sejak muda telah mengkonsumsi napza kepada bayi-bayi yang dilahirkannya. Bahkan, yang lebih parah lagi hahya sebagian kecil saja dari mereka yang tahu kalau dirinya terinfeksi,” cetus Dirjen Binkesmas.
Saat ini, menurutnya pemerintah sedang berupaya keras melalui kerja sama lintas sektor untuk memperbaiki tingkat kehidupan remaja. Bukan hanya itu, rencana aksi pun telah disusun untuk menunjang upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas remaja Indonesia, terutama sekali membentengi mereka dari serbuan narkoba yang saat ini gencar masuk ke Indonesia.
Salah satu upaya untuk melindungi mereka adalah dengan mengkampanyekan Speak Your Mind (Katakan maksudmu), yaitu berupa piagam yang berisi pesan-pesan remaja Asia terhadap pemerintah, lembaga swadaya masyarakat yang peduli remaja, orang tua dan diri remaja itu sendiri. Piagam yang berisi pesan dari remaja ini juga diserahkan kepada Sekertaris Jenderal PBB Kofi Annan di New York, AS, yang diserahkan oleh dua belas remaja perwakilan dari negara-negara Asia.
Dengan adanya piagam ini Depkes sangat bergembira, karena ada perhatian penuh dari PBB terhadap perkembangan anak dan remaja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. “Sebenarnya sebagian besar dari isi piagam ini sudah dilaksanakan di Indonesia, dengan adanya piagam ini berarti Indonesia tinggal memperkuat komitmennya terhadap pembangunan anak-anak dan remaja, terutama sekali memasuki era pasar bebas 2003 mendatang,” tandas Azrul.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar remaja Indonesia terhindar dari penyakit ini adalah dengan terus menerus melakukan kampanye penanggulangan HIV/AIDS dan salah satunya adalah melalui program Speak Your Mind yang merupakan kerja sama antara MTV, Unicef dan Levis Strous.
Ditambahkan Azrul, permasalahan HIV/AIDS di Indonesia terkait dengan sisi gelap kehidupan bangsa, terutama yang melibatkan anak-anak, seperti eksploitasi pekerja anak, kurangnya informasi edukasi dan life skills education. Selain itu, kenyataan menunjukkan kaum muda di berbagai negara sudah melakukan aktivitas seksual pada umur belasan, namun kurang mendapat informasi sehingga tidak paham cara penularan HIV/AIDS dan bagiamana melindungi dirinya agar tidak terinfeksi. “Pencegahan yang sesuai dengan kondisi budaya lokal menjadi kunci untuk menahan laju penyebaran HIV/AIDS,” tegasnya.

Prihatin
Wakil Indonesia pada penyerahan Piagam Remaja kepada Sekjen PBB Koffi Annan adalah Wibisono Haryo Sebayu, pemenang Speak Your Mind MTV yang merupakan program dari Unicef, sebagai badan dunia yang bergerak dalam permasalahan anak dan remaja di Indonesia.
Menurut Wibisono, apa yang dilakukannya bersama teman-teman dari dua belas negara Asia membuat pesan ini semata-mata untuk mengingatkan pemerintah dan remaja di seluruh dunia agar senantiasa membentengi diri mereka dari serbuan narkoba yang berbuntut pada meningkatnya angka kejadian HIV/AIDS.
“Saya sama sekali tidak menyangka kalau dari sekian banyak remaja di Indonesia, bisa terpilih mewakili Indonesia untuk menyampaikan pesan-pesan dari remaja Asia kepada PBB, untuk itu saya sangat bersyukur. Dengan terpilihnya saya mewakili remaja Indonesia, tugas yang akan saya emban juga akan semakin berat, mengingat tantangan ke depan yang dihadapi remaja Indonesia, terutama dari serbuan narkoba,” kata Wibisono.
Sepuluh strategi telah direkomendasikan, berupa mengakhiri stigma, penyediaan informasi, pembekalan pengetahuan hidup (life skill), tersedianya akses pelayanan kesehatan, memacu pemeriksaan HIV/AIDS yang konfidensial dan disertai konseling, meningkatkan partisiapsi kaum muda, berinteraksi dengan remaja yang terinfeksi HIV/AIDS, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, menjangkau remaja yang berisiko, serta memperkuat kerja sama. –(RIS)