Fenomena Music Televisions (MTV)

13 04 2008

Dahulu, radio merupakan teknologi yang menyatukan masyarakat di muka bumi,namun sekarang posisi tersebut telah diambil alih oleh televisi. Benda berbentuk kubus yang baru-baru ini hadir dengan tampilan flat-nya yang lebih langsing, berhasil membuat apa yang terjadi di satu sudut bumi mampu disaksikan di sudut bumi lain pada waktu yang sama. Proses akselerasi komunikasi semacam ini tentu saja amat membantu proses globalisasi cultural yang mendominasi teknologi komunikasi dan kapital internasional ke bagian negara-negara dunia ketiga. Hal ini akhirnya menimbulkan suatu komunikasi satu arah dan globalisasi yang juga satu arah di negara dunia ketiga.


Music Televisions atau yang lebih akrab di telinga kita sebagai MTV merupakan sebuah contoh fenomena cultural studies yang amat representatif. Secara konseptual, MTV merupakan sebuah gebrakan dalam dunia show biz, yang telah membuat ranah iklan produk Barat (terutama Amerika) menjadi lebih menarik dan kental dengan nuansa enterntainment yang diracik dengan format infotainment musical.
MTV adalah salah satu media global paling terkenal dan berhasil. Dalam perjalanannya selama 20 tahun ini, MTV memang telah mengubah budaya dunia. Trend yang berkembang sekarang seperti tidak dapat terlepas dari pengaruh yang ditularkan MTV. Saking mengglobalnya budaya pop yang diusung MTV, hingga anak-anak di kampung pun ketularan.

Ya, musik ternyata tidak sekadar hiburan, tapi sudah berubah menjadi gaya hidup. Bahkan dewasa ini, MTV tidak terbatas pada soal musik, tapi juga mulai memproduksi film teaterikal, game show, dan penghargaan bagi dunia hiburan dalam berbagai manifestasinya. Ya, selain menghadirkan video klip musik, MTV juga telah meluncurkan game show semacam Singled Out, film-film seperti Selebrity Deadmatch dan sebagainya. Ini menunjukkan bahwa MTV ingin menerobos masuk dan membangun identitas baru bagi pemirsanya.

Menyaksikan MTV di televisi Indonesia yang berpusat di Jakarta makin menguatkan argumen bahwa Jakarta sebagai kota metropolis yang rawan dengan pengaruh modernitas, memang berusaha keras untuk menjadi penentu selera pop culture bagi masyarakat Indonesia. Kedudukannya yang strategis dimana terdapat pusat pemerintahan dan bisnis, membuat kota ini merasa apapun yang ditayangkan di layar televisi Indonesia merupakan hal yang baik dan perlu (terutama program televisi dari luar negeri). Namun kecenderungan Jakarta yang hanya berorientasi pada Amerika telah merugikan Indonesia. Acara hura-hura musik yang ditampilkan MTV secara terus-menerus yang bersifat globalisasi budaya dan kapitalisme barat tidak lebih penting daripada acara dokumentasi ilmu pengetahuan, sejarah, politik, seni dan budaya semacam National Geographic. Apalagi posisi Indonesia sebagai negara dunia ketiga, Indonesia lebih memerlukan asupan gizi tayangan yang bermutu daripada acara yang hanya hura-hura semata semisal MTV.

Profesor Robert Thompson, pengajar di Syracuse University, yang menonton dan menganalisis TV bagi kehidupan manusia, mengatakan bahwa MTV membidik kelompok masyarakat yang khusus dan memberi mereka identitas. Ketika MTV hadir, industri benar-benar berubah. Tiba-tiba musik tidak lagi sekadar suara yang bagus, tetapi juga yang terlihat bagus.

Ukuran-ukuran modern bagi generasi muda saat ini adalah gaya hidup yang nge-pop, atau yang sering disebut generasi MTV, dengan deklarasi singkat pada 1 Agustus 1981 di negara asalnya, Amerika Serikat. Gaya hidup ini ditandai dengan pergaulan yang cenderung bebas, penuh hura-hura, dan funky. Penghormatan terhadap seseorang di kalangan anak muda sekarang ini tidak lagi diukur dari kualitas dan kemampuannya, sebagai misal intelektualitasnya, tetapi diukur dari aspek materi yang selalu bercirikan gaya hidup yang hedon.

Dewasa ini telah muncul wacana intelektual populer di Indonesia, yakni Cultural Studies. Istilah ini dipopulerkan oleh berbagai media cetak di Jakarta. Namun, apa yang disajikan koran-koran tersebut malah terkesan ironis. Studi budaya yang harusnya diusung Cultural Studies malah diasumsikan sebagai sejenis pleidoi (pembelaan) atas budaya. Berbagai sinetron Indonesia yang hyperreality disebut-sebut mewakili realitas dalam masyarakat, sedangkan musik dangdut yang sangat merakyat justru dikatakan sebagai candu rakyat miskin. Para pakar Cultural Studies di Indonesia seakan-akan menutup mata untuk membicarakan konten lokal dari budaya pop Indonesia versi mereka tersebut, namun hanya membahas form secara terus-menerus, padahal tipu daya neoliberalisme dan neokapitalisme tidak serta-merta tampak dalam wujud fisik yang kasat mata.


Pengaruh budaya pop Amerika menjadi komponen penting dalam pembentukan budaya pop Indonesia. Akibatnya, para remaja Indonesia semakin banyak yang tercemari bahasa asli mereka dengan istilah-istilah semacam cool, funky, dsb. yang mereka anggap sebagai ‘bahasa gaul’ yang pemahamannya kadang memprihatinkan. Banyak yang hanya asal comot dalam mengadopsi budaya luar. Kebanggaan memakai istilah ‘gaul’, kepercayaan diri mengenakan T-Shirt bertuliskan FBI, dan sebagainya tanpa mereka ketahui sesungguhnya apa arti di balik semuanya itu. Pokoknya, West is the best! Sebagaimana celetuk Jim Morrison, rocker Amerika dalam lagunya.

Sedangkan dari segi hermeneutika, fenomena MTV di Indonesia merupakan sesuatu yang unik. Yakni mengemas musik dalam berbagai macam. Namun yang sangat disayangkan, varian yang dikemas dalam MTV tersebut tak satupun ada yang menyentuh sisi Indonesia. Misalnya, musik dangdut yang banyak diminati berbagai kalangan di Indonesia. Sehingga kesan unik dari segi keberagaman budaya juga belum terpenuhi untuk negara dunia ketiga seperti Indonesia.

Oleh: Enik Sulistyawati





Sepertiga Penderita AIDS Kaum Remaja

13 04 2008

Permasalahan lain yang dihadapi remaja Indonesia adalah ketakutan terhadap penularan HIV/AIDS. Ketakutan ini bukan dibuat-buat. Karena, kata Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Prof Dr Azrul Azwar, berdasarkan penelitian dunia, sepertiga penderita AIDS adalah kaum remaja yang masa depannya masih cukup panjang. Terlebih hingga saat ini obat-obatan maupun vaksin untuk mencegah HIV/AIDS belum juga ditemukan.

Permasalahan mendasar yang dialami remaja Indonesia, selain masalah pendidikan adalah gencarnya serbuan Napza (Narkotika-Psikotropika-zat Additif lainnya), yang bemuara pada semakin meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di kalangan remaja. “Terutama akibat penggunaan jarum suntik bergantian,” ungkap Prof Dr Azrul Azwar di sela-sela Peringatan Hari Remaja Asia yang jatuh pada 1 Agustus 2002, dan mengambil tema Speak Your Maind (Katakan Maksudmu).
Ditambahkan Azrul, Penyebaran HIV AIDS pada usia muda makin memprihatinkan, karena saat ini diseluruh dunia lebih dari setengah infeksi HIV/AIDS baru terjadi pada usia muda. Di Indonesia juga terjadi kecenderungan yang sama 29,8 % kasus HIV/AIDS pada kelompok umur 20-29 tahun. Karena itu perlu upaya terpadu untuk menghambat laju penyebaran HIV/AIDS, terutama padakaummuda.
Data sampai Desember 2001 menunjukkan, ada 1.978 kasus HIV positif dan 671 kasus AIDS di Indonesia. Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat hingga 80.000-120.000 kasus pada tahun 2010. “Ironisnya, sekitar 30% penderitanya adalah remaja, baik yang ditularkan melalui penyalahgunaan nafza, maupun yang ditularkan dari ibu pengidap HIV/AIDS yang sejak muda telah mengkonsumsi napza kepada bayi-bayi yang dilahirkannya. Bahkan, yang lebih parah lagi hahya sebagian kecil saja dari mereka yang tahu kalau dirinya terinfeksi,” cetus Dirjen Binkesmas.
Saat ini, menurutnya pemerintah sedang berupaya keras melalui kerja sama lintas sektor untuk memperbaiki tingkat kehidupan remaja. Bukan hanya itu, rencana aksi pun telah disusun untuk menunjang upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas remaja Indonesia, terutama sekali membentengi mereka dari serbuan narkoba yang saat ini gencar masuk ke Indonesia.
Salah satu upaya untuk melindungi mereka adalah dengan mengkampanyekan Speak Your Mind (Katakan maksudmu), yaitu berupa piagam yang berisi pesan-pesan remaja Asia terhadap pemerintah, lembaga swadaya masyarakat yang peduli remaja, orang tua dan diri remaja itu sendiri. Piagam yang berisi pesan dari remaja ini juga diserahkan kepada Sekertaris Jenderal PBB Kofi Annan di New York, AS, yang diserahkan oleh dua belas remaja perwakilan dari negara-negara Asia.
Dengan adanya piagam ini Depkes sangat bergembira, karena ada perhatian penuh dari PBB terhadap perkembangan anak dan remaja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. “Sebenarnya sebagian besar dari isi piagam ini sudah dilaksanakan di Indonesia, dengan adanya piagam ini berarti Indonesia tinggal memperkuat komitmennya terhadap pembangunan anak-anak dan remaja, terutama sekali memasuki era pasar bebas 2003 mendatang,” tandas Azrul.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar remaja Indonesia terhindar dari penyakit ini adalah dengan terus menerus melakukan kampanye penanggulangan HIV/AIDS dan salah satunya adalah melalui program Speak Your Mind yang merupakan kerja sama antara MTV, Unicef dan Levis Strous.
Ditambahkan Azrul, permasalahan HIV/AIDS di Indonesia terkait dengan sisi gelap kehidupan bangsa, terutama yang melibatkan anak-anak, seperti eksploitasi pekerja anak, kurangnya informasi edukasi dan life skills education. Selain itu, kenyataan menunjukkan kaum muda di berbagai negara sudah melakukan aktivitas seksual pada umur belasan, namun kurang mendapat informasi sehingga tidak paham cara penularan HIV/AIDS dan bagiamana melindungi dirinya agar tidak terinfeksi. “Pencegahan yang sesuai dengan kondisi budaya lokal menjadi kunci untuk menahan laju penyebaran HIV/AIDS,” tegasnya.

Prihatin
Wakil Indonesia pada penyerahan Piagam Remaja kepada Sekjen PBB Koffi Annan adalah Wibisono Haryo Sebayu, pemenang Speak Your Mind MTV yang merupakan program dari Unicef, sebagai badan dunia yang bergerak dalam permasalahan anak dan remaja di Indonesia.
Menurut Wibisono, apa yang dilakukannya bersama teman-teman dari dua belas negara Asia membuat pesan ini semata-mata untuk mengingatkan pemerintah dan remaja di seluruh dunia agar senantiasa membentengi diri mereka dari serbuan narkoba yang berbuntut pada meningkatnya angka kejadian HIV/AIDS.
“Saya sama sekali tidak menyangka kalau dari sekian banyak remaja di Indonesia, bisa terpilih mewakili Indonesia untuk menyampaikan pesan-pesan dari remaja Asia kepada PBB, untuk itu saya sangat bersyukur. Dengan terpilihnya saya mewakili remaja Indonesia, tugas yang akan saya emban juga akan semakin berat, mengingat tantangan ke depan yang dihadapi remaja Indonesia, terutama dari serbuan narkoba,” kata Wibisono.
Sepuluh strategi telah direkomendasikan, berupa mengakhiri stigma, penyediaan informasi, pembekalan pengetahuan hidup (life skill), tersedianya akses pelayanan kesehatan, memacu pemeriksaan HIV/AIDS yang konfidensial dan disertai konseling, meningkatkan partisiapsi kaum muda, berinteraksi dengan remaja yang terinfeksi HIV/AIDS, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, menjangkau remaja yang berisiko, serta memperkuat kerja sama. –(RIS)





Peraturan Debate Bahasa Inggris

13 04 2008

Motion :

Topik yang diperdebatkan (Tentu sudah pada tahu…)

Parameter :

Limitation of the argument, yaitu batasan yg harus diberikan oleh team positif agar pembicaraan tidak panjang lebar dan tidak sesuai dengan Motion.

Parameter penting sekali karena dalam perdebatan akan muncul ide-ide baru yang nantinya tidak akan bertemu pada satu titik.Maka gunanya parameter untuk membatasi isi daripada pembicaraan.

Parameter juga bisa digunakan sebagai penjebak apabila team lawan berargumen yg keluar dari parameter anda.

Jika Affirmative Team tidak memberikan parameter maka haknya bisa diambil oleh Negatif Team dan itu sangat berbahaya, karena jalur pembicaraan dipegang oleh team lawan.

Team Split :

Bagian-bagian yang akan di bicarakan oleh masing-masing speaker.

Misalnya : society point of view,Law point of view,Morality point of view,Health pof dll.

Themeline :

Garis besar/inti dari motion yg diambil dari keseluruhan argument

Matter :

Materi yg dismpaikan harus sesuai dan berhubungan dengan motion(jgn keluar jalur)

Manner :

Cara penyampaian argument: sopan,tegas,meyakinkan,suara jgn sampai lembek karena berpengaruh pd kekuatan argument anda,jg BODY LANGUAGE jg sangat penting(jgn tegang seprti patung).

(bisa dengan alittle bit emotion,tapi jangan marah2)

Method :

Metode penyampaian dari 1st speaker-3rd speaker dan pembagian tugas harus jelas.

Ketiga unsur ini mempengaruhi margin dalam penjurian.

Timer :

Ini juga sangat penting waktu semakin panjang makin bagus.

Pengalaman saya : waktu bicara tidak usah terburu2 jika apa yg disampaikan tidak banyak, cobalah mengulur waktu dengan pura2 berpikir(acting),jadi waktu kita yg lama sebelum ketukan harus berhenti akan menambah margin juga dalam penilaian.

Reply Speech:

Kesimpulan dari ketiga argument yg menguatkan. Bisa di bawakan oleh 1st atau 2nd speaker(pembicara ketiga tidak boleh memberikan Reply Spech didlm Australian debate rules.

Perlu diingat dlm penyampaian reply spech jangan sampai membuka kasus/ ide baru.Hanya sebuah penegasan dari argument team saja.

Tugas2 Team Affirmatif

1st speaker: (1st speaker mendapat tugas paling banyak dan jangan ada yg tertinggal)

  1. Introducing team

  2. Giving the motion,parameter,themeline and team split.

  3. argument

Contoh:

Greetings

Good morning/afternoon,ladies and gentleman the member of this house..atau..Madam,Mr.speaker sir the member of this house.

Thankyou for the apportunity that given to me.We are from SMK N 1 Saptosari Wonosari.Lets me to introduce our team.

Me as the 1st speakr,my name is…, Our 2nd speaker is…,and our 3rd speaker is…

Next i would like to give our motion today,our motion today is Thbt our govermnt should take a firm action upon illegal miner.

From that motion we will give our themeline: That we as the affirmatif team absolutly agree that the gvrment must take a firm action to the illegal miner for the goodness of our country.

Then our parameter today is that we just talk about the gold illegal miner in our country(dalam hal ini bs anda ganti dgn pertambangan yg lain,misal: minyak etc.)

(Jadi jika lawan anda sampai bicara soal minyak padahal team anda memberikan pembatasan hanya pada penambangan emas,berarti satu kelemahan dari lawan bisa anda jadikan senjata.Anda bisa langsung nembak bahwa apa yg merka bicarakan lari dari parameter yg anda buat sbg team+)

well,continue to our team split,

Me as the 1fst speaker would like to talk about the effect for Economic point of view,our 2nd speaker would like to talk about the Law pov and the 3rd speaker wldlike to give more proof and summery of our argument. (bisa diganti P.o.v.yg lain, mis: society dll)

And for the reply speech(kesimpulan) will be give by (1st or 2nd )speaker.

Next ladies and gentleman,i would like to give mour argument..(…)silahkan berargument sesuai point of view anda.

Jangan lupa untuk memberikan salam penutup dan ucapan terimakasih (untuk semua pembicara)

2nd speaker:

Tugas:

  1. Rebutle the 1st speaker of Neg Team.

  2. Argument

3rd speaker:

  1. Rebutle the 2nd speaker of Neg team

  2. Memberikan penguatan atas argumen pembicara1 dan 2

  3. Memberikan contoh n bukti yg kuat untuk keseluruhan argument of the team.

Khusus untuk 3rd speaker lebih baik yg bnr2 pandai brbicara dan lebih galak.Karena 3rd spkr adalah ujung tombak dari team anda.jadi 3rd speaker adlh hrs yg pling kuat dlm berargument.

Tugas Untuk Negatif team:

Pada dasarnya sama hanya tidak perlu membuat parameter karena team afirmatif telah menentukan sendiri

Sebagai negatif harus jeli terhadap tugas2 1st speaker of +. Ingat: jika tdk ada parameter anda bisa merebut point itu.

katakan saja mis:

1st speaker of Neg: well because the 1st speaker of affrmtf team didnt give us the parameter,so here i wouldlike to give our parameter today…bla..bla..

Jadi mau tdk mau mereka harus ikut jalur anda.(sesuatu yg sepele dan sangat menjatuhkan posisi lawan krn bisa saja mrk tdk kepikiran tentang batasan pembicaraan yg anda buat, jadi mereka bisa bingung sendiri mengawali argument mereka.)

Seandainya mereka nekat lari tanpa peduli parameter anda,maka itu suatu kesalahan yg besar,berarti perdebatan tdk ada artinya alias cuma bicara sendiri2 dan anda bisa langsung menegurnya.

Jelasnya :

1st speaker: Rebutle of the 1st speaker afrmtf

Pembagian tugas sama sprti diatas

Argument

2nd : rebutle of the2nd spkr of afrmtf

Argument

3rd :rebutle of 3rd speaker of + team

proofing n summery(jgn buat kasus baru)

—————-

Demikian kurang lebihnya untuk Australian debate rules.Ada jg untuk Australasia debate rules yaitu sama dgn diatas hanya saja pd saat masing2 pembicara berargumen, maka pembicara dr tean lawan bisa mendebat secara langsung(debat Kusir).

Misalnya ditengah anda sedang bera argument maka salah satu atau dua..atau bahkan ketiganya dari team lawan akan berdiri sambil mengangkat tangan dan berteriak P.o.i (point of interuption)lalu menyampaikan rebutlenya untuk anda.

Namun cara ini jarang dipakai,hanya kemarin pernah ada di EDC smu-smk seDIY di AKPRIND univ.